KSOP Kalianget dalam Peringatan Harhubnas 2026 Warning Keras Soal Keselamatan Pelayaran: Tak Boleh Ada yang Abai!
SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Keselamatan pelayaran tak boleh sekadar menjadi slogan setiap kali Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) diperingati. KSOP Kalianget menegaskan, seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas pelayaran harus bersinergi dan disiplin menjalankan tanggung jawab keselamatan, karena satu kelalaian dapat berisiko terhadap keselamatan banyak orang.
Penegasan itu disampaikan Kepala KSOP Kalianget, Azwar Anas, MH, dalam rangkaian peringatan Harhubnas 2026, Kamis (19/9/2026).
Menurut Azwar, keselamatan pelayaran merupakan tanggung jawab bersama. Tidak bisa hanya dibebankan kepada KSOP atau instansi pemerintah, tetapi juga menjadi kewajiban operator kapal, awak kapal hingga masyarakat pengguna jasa transportasi laut.
“Instansi terkait, operator, crew kapal, dan masyarakat selalu bersinergi untuk terus berkomitmen satu visi untuk pelayaran yang aman, nyaman dan selamat,” tegas Azwar.
Ia menilai sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk membangun sistem transportasi laut yang aman. Setiap unsur dituntut menjalankan tugas sesuai ketentuan dan tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas pelayaran.
Terlebih, transportasi laut memiliki peran strategis bagi masyarakat Sumenep. Jalur laut menjadi penghubung utama antara wilayah daratan dan kepulauan, sekaligus menjadi jalur distribusi berbagai kebutuhan masyarakat.
Karena itu, Azwar menekankan pentingnya membangun budaya keselamatan secara konsisten. Kepatuhan terhadap aturan, kesiapan operasional, kedisiplinan awak kapal, koordinasi antarlembaga dan kesadaran pengguna jasa harus berjalan beriringan.
“Keselamatan harus menjadi kepentingan dan tanggung jawab bersama. Dengan sinergi yang kuat, kita berharap pelayaran dapat berjalan aman, nyaman, dan selamat,” ujarnya.
Dalam rangkaian Harhubnas 2026, KSOP Kalianget juga menggelar santunan bagi puluhan anak yatim serta doa bersama untuk keselamatan masyarakat yang melakukan perjalanan melalui jalur laut.
Azwar menegaskan, Harhubnas bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum tersebut harus menjadi pengingat sekaligus evaluasi bagi seluruh insan perhubungan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat komitmen terhadap keselamatan.
“Keselamatan pelayaran bukan sekadar urusan teknis. Ini menyangkut kepatuhan, kedisiplinan, koordinasi dan kesadaran semua pihak,” pungkasnya.
Penulis : Yu
Editor : FA
















