Madura Culture Festival 4 Tak Sekadar Budaya, Bakesbangpol Sumenep Bawa Isu Wasbang hingga Politik
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Madura Culture Festival 4 Tahun 2026 bukan hanya menjadi panggung seni dan budaya. Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sumenep memanfaatkan momentum tersebut untuk menyampaikan pesan strategis kepada masyarakat, mulai dari wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini hingga pendidikan politik.
Program tersebut menjadi salah satu upaya Bakesbangpol untuk mendekatkan isu kebangsaan dan politik kepada masyarakat melalui kemasan yang lebih kreatif di tengah semarak festival yang berlangsung di Stadion A. Yani Sumenep.
Plt. Kepala Bakesbangpol Sumenep, Yanuar Yudha Bachtiar, mengungkapkan sedikitnya ada tiga materi utama yang menjadi perhatian dalam keikutsertaan Bakesbangpol pada Madura Culture Festival 4.
“Yang kami suguhkan ada tiga hal, yakni wawasan kebangsaan, kewaspadaan dini atau pengawasan dan pengendalian, kemudian terkait politik,” kata Yudha, Senin (31/8/2026), saat ditemui di Kantor Bakesbangpol Sumenep.
Menurutnya, ketiga hal tersebut tidak hanya sebatas materi edukasi, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga stabilitas dan kenyamanan masyarakat.
Terlebih, Sumenep akan menghadapi agenda politik tingkat desa melalui pelaksanaan Pilkades Serentak 2027. Kondisi tersebut membuat pemantauan terhadap perkembangan sosial dan politik di tengah masyarakat perlu dilakukan secara berkelanjutan.
“Sekarang kami terus melakukan pengawasan terhadap lingkungan dan kondisi yang berkembang, termasuk terkait dinamika politik. Harapannya, kita seperti ini tetap bekerja dan mempersiapkan kondisi kita,” ujarnya.
Yudha menyebut kewaspadaan dini diperlukan untuk membaca berbagai perkembangan sejak awal. Dengan demikian, setiap potensi persoalan dapat diantisipasi sebelum berkembang menjadi gangguan terhadap keamanan maupun ketertiban masyarakat.
Bakesbangpol, kata dia, terus mengikuti perkembangan yang terjadi di lapangan. Pemantauan tersebut dilakukan sebagai bagian dari langkah pemerintah dalam menjaga situasi tetap kondusif.
“Perkembangan yang terjadi belakangan ini tentu kami terus ikuti dan cermati. Salah satu contoh yang kemarin itu juga menjadi perhatian. Jadi, kami terus melihat perkembangannya dan mengambil langkah sesuai dengan kondisi yang ada,” katanya.
Ia menambahkan, menghadapi Pilkades Serentak 2027, masyarakat diharapkan tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan pilihan. Perbedaan politik, menurutnya, merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus dijalankan secara dewasa.
Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Harapannya masyarakat tetap nyaman, aman dan kondusif. Perbedaan pilihan merupakan bagian dari demokrasi, tetapi jangan sampai kemudian menimbulkan persoalan di tengah masyarakat,” jelasnya.
Melalui Madura Culture Festival 4, Bakesbangpol Sumenep juga berupaya menyampaikan pesan tersebut dengan pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi muda.
Festival yang menjadi ruang promosi budaya dan kreativitas masyarakat itu sekaligus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi publik. Pesan kebangsaan, kewaspadaan dini dan politik dikemas agar tidak terkesan kaku, tetapi tetap relevan dengan dinamika yang berkembang.
Bakesbangpol berharap kehadirannya dalam Madura Culture Festival 4 tidak hanya menjadi pelengkap kegiatan, tetapi mampu membuka ruang komunikasi dengan masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran bersama untuk menjaga Sumenep tetap aman dan kondusif di tengah berbagai agenda daerah yang akan datang.
Penulis : Yu
Editor : FA
















