UMK Binaan Pelindo Tembus Pasar Brunei, Ekspor Produk Senilai Rp238 Juta

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemotongan pita pelepasan Ekspor Produk UMK Binaan Pelindo ke Brunei Darussalam

Pemotongan pita pelepasan Ekspor Produk UMK Binaan Pelindo ke Brunei Darussalam

UMK Binaan Pelindo Tembus Pasar Brunei, Ekspor Produk Senilai Rp238 Juta

SETARAJATIM.COM, BOGOR – Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) binaan PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mulai menunjukkan daya saing di pasar internasional. PT Alam Scientia Asia berhasil menembus pasar Brunei Darussalam melalui pengiriman satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai ekspor mencapai Rp238 juta.

Ekspor tersebut bukan sekadar pengiriman produk ke luar negeri, tetapi menjadi ujian bagi UMK binaan untuk membuktikan kualitas, menjaga kesinambungan produksi, dan memenuhi kebutuhan pasar internasional secara berkelanjutan.

Sejumlah produk yang dikirim meliputi black garlic, moringa, jahe merah, granola, dan jus noni. Pengiriman ini merupakan bagian dari program Gedor Ekspor (Gerakan Dorong Ekspor), salah satu program prioritas Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pelindo untuk memperkuat kapasitas usaha sekaligus memperluas akses pasar UMK.

Group Head Keberlanjutan Korporasi Pelindo, Usman Saroni, menilai keberhasilan PT Alam Scientia Asia memasuki pasar Brunei Darussalam menunjukkan bahwa produk UMK Indonesia memiliki peluang untuk bersaing di tingkat global.

Namun, menurutnya, tantangan terbesar justru muncul setelah ekspor perdana terealisasi. Pelaku usaha dituntut mampu mempertahankan standar kualitas, menjamin ketersediaan pasokan, serta membangun kepercayaan konsumen agar peluang pasar tidak berhenti pada satu kali pengiriman.

“Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UMK binaan Pelindo memiliki peluang untuk berkembang lebih jauh dan bersaing di pasar internasional. Tantangannya tidak berhenti pada keberhasilan melakukan ekspor pertama, tetapi bagaimana menjaga kualitas, kontinuitas produk, dan kepercayaan pasar agar usaha dapat terus tumbuh secara berkelanjutan,” ujar Usman dalam keterangan tertulis yang diterima Rabu (14/10/2026).

Ia berharap capaian tersebut dapat memacu UMK binaan Pelindo lainnya untuk meningkatkan kualitas produk, memperkuat kapasitas produksi, dan berani memanfaatkan peluang perdagangan lintas negara.

Melalui program TJSL, Pelindo berupaya memperkuat UMK tidak hanya melalui pelatihan dan pendampingan, tetapi juga lewat promosi produk, pengembangan jaringan bisnis, serta fasilitasi akses pasar. Langkah ini diarahkan agar pelaku usaha memiliki kesiapan lebih baik untuk menghadapi persaingan yang semakin luas.

Sebagai perusahaan yang bergerak di sektor kepelabuhanan dan logistik, Pelindo juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas perdagangan. Sinergi antara pembinaan usaha dan akses logistik diharapkan dapat membantu UMK meningkatkan skala bisnis serta masuk ke dalam rantai pasok internasional.

“Ekspor senilai Rp238 juta ke Brunei Darussalam ini diharapkan menjadi awal bagi PT Alam Scientia Asia untuk memperluas jangkauan produknya ke negara lain” ungkapnya.

Pelindo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pembinaan dan membuka akses pasar bagi UMK. Ke depan, keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari jumlah produk yang berhasil dikirim ke luar negeri, tetapi juga dari kemampuan UMK mempertahankan pasar, meningkatkan nilai usaha, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Penulis : Ril

Editor : You

Berita Terkait

Pelindo Hidupkan Kembali Layanan STS di Nipa, Bidik Peluang Alih Muat Internasional
Tim CARA’DE Dorong Warga Tinggimae Adopsi Aquaponik, Aerator Dipasang untuk Perkuat Budidaya Ikan
Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan
360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan
Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG
PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026
Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU
DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pelindo Hidupkan Kembali Layanan STS di Nipa, Bidik Peluang Alih Muat Internasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

UMK Binaan Pelindo Tembus Pasar Brunei, Ekspor Produk Senilai Rp238 Juta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Tim CARA’DE Dorong Warga Tinggimae Adopsi Aquaponik, Aerator Dipasang untuk Perkuat Budidaya Ikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan

Berita Terbaru