Pelindo Hidupkan Kembali Layanan STS di Nipa, Bidik Peluang Alih Muat Internasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

STS Nipa

STS Nipa

Pelindo Hidupkan Kembali Layanan STS di Nipa, Bidik Peluang Alih Muat Internasional

SETARAJATIM.COM, BATAM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo kembali mengaktifkan layanan pendukung ship-to-ship (STS) di Nipa Transhipment Anchorage Area (NTAA), Batam, Kepulauan Riau. Beroperasi kembali sejak 9 Oktober 2026 melalui anak usahanya, PT Pelindo Jasa Maritim (PJM), layanan ini menjadi langkah strategis untuk merebut peluang bisnis alih muat kapal di salah satu kawasan pelayaran tersibuk dunia.

Berada di sekitar Selat Malaka dan Selat Singapura, perairan Nipa memiliki keunggulan geografis yang dapat dimanfaatkan Indonesia untuk memperkuat posisi dalam industri maritim internasional.

Aktivitas STS memungkinkan pemindahan muatan langsung dari satu kapal ke kapal lain tanpa melalui terminal darat, sehingga membuka peluang ekonomi dari lalu lintas kapal yang melintasi kawasan tersebut.

Kembalinya layanan ini ditandai dengan kedatangan tiga kapal yang terlibat dalam rangkaian kegiatan alih muat, terdiri atas satu kapal induk (mother vessel) dan dua kapal penerima (daughter vessel).

Kapal induk berukuran 25.487 Gross Tonnage (GT) dengan panjang 180 meter tiba pada 9 Oktober 2026 pukul 02.00 waktu setempat. Setelah itu, kapal penerima pertama berukuran 30.681 GT dengan panjang 195,26 meter tiba di kawasan tersebut.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada 10 Oktober 2026 dengan kedatangan kapal penerima kedua yang memiliki ukuran 25.085 GT dan panjang 175,93 meter.

Direktur Utama PT Pelindo Jasa Maritim, Arief Hermawan, menyatakan pengoperasian kembali layanan STS di Nipa merupakan bagian dari strategi Pelindo Group untuk memperluas bisnis jasa maritim sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi dari aktivitas pelayaran internasional.

“Dimulainya kembali pelayanan STS di Nipa menjadi momentum penting bagi Pelindo Group dalam memperluas jangkauan layanan maritim. Melalui PJM, kami memastikan kesiapan operasional, baik dari sisi sarana pendukung maupun tenaga pandu yang kompeten, dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan, dan kepastian pelayanan bagi pengguna jasa,” ujar Arief.

Untuk menjamin kelancaran kegiatan, PJM menyiapkan sarana dan prasarana, armada pendukung, serta personel operasional sesuai kebutuhan. Koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari otoritas kesyahbandaran, kepabeanan, keimigrasian, kekarantinaan hingga agen kapal.

Kesiapan tersebut menjadi faktor penting agar kegiatan alih muat berlangsung aman, efisien, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Di tengah persaingan layanan maritim internasional, keandalan operasional menjadi salah satu penentu daya tarik suatu kawasan bagi pelaku pelayaran.

Arief menegaskan, pengembangan layanan STS di Nipa tidak berhenti pada peningkatan aktivitas operasional. Pelindo juga membidik terbentuknya ekosistem jasa maritim yang terintegrasi dan mampu bersaing di tingkat internasional.

“Keunggulan geografis Nipa merupakan peluang besar yang perlu didukung dengan kualitas layanan yang konsisten dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Kami ingin menjadikan Nipa sebagai salah satu pilihan utama bagi pelaku pelayaran internasional untuk melakukan kegiatan alih muat, sekaligus membuka peluang pengembangan layanan maritim lainnya yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia,” katanya.

Pengaktifan kembali layanan ini juga sejalan dengan transformasi bisnis Pelindo dan arah strategis Danantara Indonesia dalam mengoptimalkan aset, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat daya saing badan usaha milik negara (BUMN).

Melalui sinergi antarentitas Pelindo Group, pengembangan layanan kepelabuhanan dan maritim diarahkan agar semakin terintegrasi, efisien, dan sesuai kebutuhan pengguna jasa.

Meski demikian, besarnya potensi geografis Nipa perlu diimbangi dengan konsistensi pelayanan, kesiapan infrastruktur, serta koordinasi lintas instansi agar mampu menjadi daya tarik berkelanjutan bagi kapal-kapal internasional.

Dengan kembali beroperasinya layanan pendukung STS di NTAA, Pelindo berharap perairan Indonesia tidak hanya menjadi jalur lintasan perdagangan global, tetapi juga semakin berperan sebagai lokasi strategis kegiatan alih muat kapal.

Optimalisasi potensi tersebut diharapkan membuka peluang bisnis baru, memperkuat industri jasa maritim nasional, dan menghasilkan nilai tambah ekonomi bagi Indonesia.

Penulis : Lia

Editor : You

Berita Terkait

UMK Binaan Pelindo Tembus Pasar Brunei, Ekspor Produk Senilai Rp238 Juta
Tim CARA’DE Dorong Warga Tinggimae Adopsi Aquaponik, Aerator Dipasang untuk Perkuat Budidaya Ikan
Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan
360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan
Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG
PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026
Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU
DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:07 WIB

Pelindo Hidupkan Kembali Layanan STS di Nipa, Bidik Peluang Alih Muat Internasional

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:39 WIB

UMK Binaan Pelindo Tembus Pasar Brunei, Ekspor Produk Senilai Rp238 Juta

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Tim CARA’DE Dorong Warga Tinggimae Adopsi Aquaponik, Aerator Dipasang untuk Perkuat Budidaya Ikan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan

Berita Terbaru