Empat Hari Siswa di Sumenep Berbusana Santri, Disdik Tanamkan Semangat Membangun Negeri
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengajak seluruh siswa meneladani semangat santri dalam membangun negeri. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mewajibkan lembaga pendidikan di bawah naungannya mengenakan pakaian santri selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Santri Nasional 2026 sekaligus upaya menanamkan nilai-nilai kesantrian kepada generasi muda, tidak hanya melalui pakaian, tetapi juga semangat belajar, pembentukan karakter, dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Moh. Ikhsan, mengatakan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh lembaga pendidikan agar melaksanakan ketentuan tersebut selama empat hari berturut-turut.
“Mulai tanggal 19 sampai 22 Oktober, seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan mengenakan pakaian santri di sekolah masing-masing. Setelah itu, kembali mengenakan pakaian seperti biasa,” ujarnya, Selasa (20/10/2026).
Menurut Iksan, peringatan Hari Santri harus menjadi momentum untuk menanamkan kesadaran bahwa siswa dan santri memiliki tanggung jawab yang sama dalam mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas bagi masa depan Indonesia.
“Kami telah menerbitkan surat edaran kepada seluruh lembaga pendidikan di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep untuk memperingati Hari Santri Nasional dengan mengenakan pakaian santri selama empat hari, mulai 19 hingga 22 Oktober 2026. Setelah itu, para siswa kembali mengenakan pakaian seperti biasa” ungkapnya.
Iksan berharap semangat santri dapat tumbuh dalam diri para siswa, sehingga mereka tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter dan pandangan hidup yang positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
“Kami berharap anak-anak bisa belajar tentang semangat santri untuk membangun negeri. Siswa dan santri memiliki kewajiban yang sama, yakni belajar dan mempersiapkan SDM ke depan dengan baik,” tegasnya.
Ia menilai, penanaman nilai-nilai kesantrian sejak dini penting agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.
Selain kegiatan mengenakan pakaian santri, rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 juga diisi dengan upacara. Ikhsan dijadwalkan bertindak sebagai pembina upacara di SMP Negeri 1 Kalianget pada Kamis, 22 Oktober 2026.
“Usai upacara di SMPN 1 Kalianget, saya akan melanjutkan agenda dengan mengikuti rangkaian upacara Hari Santri Nasional 2026 di lokasi yang telah dijadwalkan” pungkasnya.
Melalui rangkaian kegiatan ini, Dinas Pendidikan Sumenep berharap peringatan Hari Santri tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, melainkan menjadi sarana memperkuat karakter, semangat belajar, dan kepedulian generasi muda terhadap masa depan bangsa.
Penulis : WR
Editor : You
















