Bupati Trenggalek Minta Ketahanan Pangan Tak Mengorbankan Ketahanan Iklim

Rabu, 23 September 2026 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin

Bupati Trenggalek Moch. Nur Arifin

Bupati Trenggalek Minta Ketahanan Pangan Tak Mengorbankan Ketahanan Iklim

SETARAJATIM.COM, TRENGGALEK — Upaya memperkuat ketahanan pangan daerah dinilai tidak boleh dilakukan dengan mengorbankan keberlangsungan ekosistem. Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin meminta seluruh pemangku kepentingan mengubah paradigma pembangunan pangan agar berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan iklim.

Pesan tersebut disampaikan Mochamad Nur Arifin saat membuka kegiatan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal (PGBPSDL) bersama Koalisi Pangan Lestari dan sejumlah stakeholder terkait di Aula Kantor Dinas PUPR Trenggalek, Selasa (22/9/2026).

Menurutnya, ketahanan pangan tidak semestinya hanya diukur dari seberapa banyak produksi pangan yang mampu dihasilkan. Lebih dari itu, pembangunan pangan harus mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sumber daya alam.

Ia menilai, selama ini masih terdapat pola pikir bahwa kebutuhan pangan harus dipenuhi dengan berbagai cara, termasuk ketika kondisi iklim ekstrem maupun bencana alam mengancam produksi. Padahal, langkah yang mengabaikan ekosistem justru berpotensi menciptakan persoalan baru di masa mendatang.

“Jangan lagi berpikir bagaimana cara memperkuat ketahanan pangan tanpa memikirkan keberlangsungan ekosistem lingkungan yang kita miliki,” kata Mas Ipin, sapaan Mochamad Nur Arifin.

Ia kemudian mencontohkan kondisi kawasan karst di Trenggalek yang memiliki fungsi penting sebagai penyimpan dan penyangga cadangan air.

Menurutnya, pembukaan kawasan yang seharusnya menjadi daerah resapan untuk ditanami komoditas pangan, seperti jagung, memang dapat meningkatkan produksi dalam jangka pendek. Namun, jika fungsi resapan air terganggu, dampaknya akan dirasakan masyarakat ketika cadangan air semakin berkurang.

“Sudah tahu Trenggalek merupakan kawasan karst, kantong atau spons raksasa penyimpan cadangan air. Daerah-daerah yang seharusnya menjadi resapan air justru dibuka untuk ditanami jagung,” ujarnya.

“Memang ketahanan pangannya terpenuhi, tetapi untuk memenuhi kebutuhan air kita harus membeli karena airnya habis. Daerah yang seharusnya menjadi kantong-kantong air menjadi kering dan tidak mampu lagi menyimpan air,” lanjutnya.

Persoalan serupa, kata dia, juga dapat terjadi di wilayah pesisir. Di tengah ancaman megatsunami dan abrasi, kawasan pantai justru berpotensi kehilangan perlindungan alami apabila hutan mangrove ditebang untuk kepentingan budidaya.

“Kita tahu bahwa kita memiliki ancaman megatsunami, tetapi di tepi pantai kita justru membuat tambak udang seluas-luasnya dan membabat habis hutan mangrove,” katanya.

Padahal, lanjut Mas Ipin, mangrove memiliki fungsi penting sebagai pagar hijau yang membantu melindungi kawasan pesisir dari abrasi maupun ancaman bencana.

“Memang sumber proteinnya terpenuhi, tetapi keberlangsungan alamnya yang rusak,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan bahwa peningkatan produksi pangan tetap diperlukan, namun tidak boleh dilakukan dengan cara yang menciptakan ancaman ekologis baru.

“Boleh produksi pangan sebanyak-banyaknya, tetapi tidak boleh menjadikan ancaman bagi keberlangsungan alam ke depan,” tegasnya.

Sebagai alternatif, Mas Ipin mendorong pengembangan pola produksi pangan yang mampu berjalan berdampingan dengan fungsi ekologis. Salah satunya dengan mengembangkan mangrove di dalam kawasan tambak, sehingga fungsi perlindungan pesisir tetap terjaga sekaligus dapat dimanfaatkan untuk budidaya ikan, udang, maupun kepiting.

“Untuk memenuhi kebutuhan protein, kita bisa menanam mangrove dalam kolam, kemudian memelihara ikan, udang atau kepiting di dalamnya,” jelasnya.

Selain itu, ia mendorong pemilihan tanaman pangan yang mampu tumbuh di bawah tegakan pohon. Dengan demikian, kebutuhan pangan tetap dapat dipenuhi tanpa harus membuka kawasan yang memiliki fungsi penting bagi lingkungan.

Berbagai gagasan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesamaan paradigma seluruh stakeholder dalam penyusunan RAD Pangan dan Gizi Berbasis Potensi Sumber Daya Lokal.

Bupati berharap rencana aksi daerah tersebut tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi dan pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga mampu menjaga keseimbangan ekosistem.

“Ketahanan pangan yang ingin kita bangun harus bisa mendukung ketahanan iklim,” pungkasnya.

Penulis : dar, tolip

Editor : Yu

Berita Terkait

Moh. Farhan Nur Afifi dan Rizky Fajri Indriyani Ukir Prestasi di GenRe Choice Awards 9.0 Sumenep 2026
Sebelum Kapal Bertolak, Penumpang di Kalianget Dapat “Bekal” Kesehatan Gratis
Warga Dungkek Sumenep Digegerkan Temuan Gelondongan Kayu Berlabel Kementerian Kehutanan
Nilai Anggaran Tak Terpampang, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi
Duta Wisata Se-Madura Raya Temmo Kerong di Sumenep, PKC Perkuat Kolaborasi dan Kenalkan Potensi Wisata
Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Khofifah Ajak Dewan Masjid se-Jatim Gelar Sholat Istisqa’
Smart Hydro-Feed Farming Diuji Mandiri, Tim Cara’de PPK Ormawa UH Serahkan Pengelolaan ke Desa Tinggimae
UMKM Binaan KEI Unjuk Produk di Yogyakarta, Kerajinan Santigi Jadi Sorotan

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 07:47 WIB

Bupati Trenggalek Minta Ketahanan Pangan Tak Mengorbankan Ketahanan Iklim

Selasa, 22 September 2026 - 21:17 WIB

Moh. Farhan Nur Afifi dan Rizky Fajri Indriyani Ukir Prestasi di GenRe Choice Awards 9.0 Sumenep 2026

Selasa, 22 September 2026 - 11:29 WIB

Sebelum Kapal Bertolak, Penumpang di Kalianget Dapat “Bekal” Kesehatan Gratis

Senin, 21 September 2026 - 17:42 WIB

Warga Dungkek Sumenep Digegerkan Temuan Gelondongan Kayu Berlabel Kementerian Kehutanan

Minggu, 20 September 2026 - 08:46 WIB

Nilai Anggaran Tak Terpampang, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi

Berita Terbaru