Kolaborasi Lintas Provinsi, Kacabdindik Sumenep Sambut Siswa SMK Kemaritiman di Sumenep
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Jarak dari sekolah asal dan kesibukan menjalani praktik kerja lapangan (PKL) di laut tak menghalangi siswa SMK kemaritiman dari luar Jawa Timur untuk mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA). Kabupaten Sumenep menjadi tempat mereka melanjutkan tahapan evaluasi pendidikan melalui pelaksanaan ujian di SMKN 1 Sumenep dan SMKN 1 Kalianget.
Kehadiran para siswa tersebut mendapat sambutan positif dari Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd. Ia menilai, dukungan lintas daerah menjadi bagian penting dalam memastikan peserta didik tetap memperoleh layanan pendidikan di tengah tuntutan praktik lapangan.
Menurut Rusliy, pendidikan harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan siswa, termasuk mereka yang sedang menjalani PKL di wilayah perairan. Karena itu, koordinasi antara cabang dinas pendidikan dan sekolah diperlukan agar kegiatan praktik tidak berbenturan dengan agenda akademik.
“Kami menyambut baik kehadiran siswa SMK kemaritiman dari luar Jawa Timur yang mengikuti TKA di Sumenep. Ini merupakan bentuk kolaborasi yang positif antardaerah. Kami berharap mereka bisa mengikuti ujian dengan baik, meskipun sedang menjalani PKL di laut,” ujar Dr. Rusliy, Kamis (29/10/2026).
Ia berharap sinergi tersebut tidak hanya membantu kelancaran pelaksanaan TKA, tetapi juga memperkuat hubungan antarlembaga pendidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan kejuruan.
Apresiasi serupa disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah 4 Jawa Tengah, Sukamto, M.M. Menurutnya, dukungan dari Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep dan sekolah setempat sangat membantu para siswa yang tengah menjalani praktik kerja di wilayah laut Sumenep.
Sukamto menyampaikan terima kasih atas penerimaan dan fasilitasi yang diberikan kepada para siswa. Baginya, koordinasi lintas provinsi menjadi langkah penting agar peserta didik tetap dapat mengikuti evaluasi akademik tanpa harus mengabaikan kewajiban PKL.
“Kami berterima kasih kepada Cabdindik Jawa Timur Wilayah Sumenep dan pihak sekolah yang telah menerima serta memfasilitasi anak-anak kami mengikuti TKA. Dukungan ini sangat berarti bagi siswa yang sedang melaksanakan PKL di laut,” ungkap Sukamto.
Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus dikembangkan, terutama untuk mendukung kebutuhan pendidikan siswa SMK kemaritiman yang kegiatan praktiknya memungkinkan mereka berada jauh dari sekolah asal.
SMKN 1 Sumenep Buka Pintu bagi Siswa Luar Daerah
Dukungan juga datang dari Kepala SMKN 1 Sumenep, Sucipto, M.Pd. Ia mengaku senang dapat menerima siswa SMK kemaritiman dari luar Jawa Timur untuk mengikuti TKA di sekolah yang dipimpinnya.
Bagi Sucipto, kesempatan tersebut menjadi wujud keterbukaan sekolah dalam mendukung kebutuhan pendidikan peserta didik, termasuk siswa yang berasal dari daerah lain.
“Kami dengan senang hati menerima siswa SMK kemaritiman dari luar Jawa Timur untuk mengikuti TKA di SMKN 1 Sumenep. Kami berupaya memberikan dukungan agar pelaksanaan ujian berlangsung tertib, lancar, dan nyaman bagi seluruh peserta,” kata Sucipto.
Ia menambahkan, kerja sama antarsekolah dan dukungan dari instansi pendidikan diperlukan untuk memastikan siswa tetap memiliki kesempatan mengikuti evaluasi akademik meskipun sedang menjalani praktik kerja di luar daerah.
Pelaksanaan TKA berlangsung selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis, 26–29 Oktober 2026, di SMKN 1 Sumenep dan SMKN 1 Kalianget. Peserta merupakan siswa SMK bidang kemaritiman dari luar Jawa Timur yang sedang menjalani PKL di wilayah perairan Sumenep.
Pelaksanaan ujian tersebut memperlihatkan pentingnya koordinasi dalam dunia pendidikan kejuruan. Di satu sisi, siswa dituntut memperoleh pengalaman kerja nyata melalui PKL. Di sisi lain, mereka tetap harus memenuhi tahapan evaluasi akademik.
Melalui dukungan lintas daerah dan keterbukaan satuan pendidikan, kedua kebutuhan tersebut diupayakan berjalan beriringan.
“Sumenep pun menjadi bagian dari upaya menjaga agar kesempatan belajar dan mengikuti evaluasi akademik tetap terbuka bagi siswa, sekalipun mereka sedang menimba pengalaman di tengah aktivitas kemaritiman” pungkas Sucipto.
Penulis : You
Editor : Fat
















