Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Modal Usaha Ramadhan Harus Berbasis Data, Manfaatkan Tahara untuk Antisipasi THR

Jumat, 20 Februari 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor pusat Bank BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep

Kantor pusat Bank BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep

Dirut BPRS Bhakti Sumekar: Modal Usaha Ramadhan Harus Berbasis Data, Manfaatkan Tahara untuk Antisipasi THR

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar Kabupaten Sumenep, Hairil Fajar, mengingatkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) agar pengajuan permodalan ke perbankan, khususnya menjelang/saat Ramadhan, dilakukan secara terukur dan berbasis data riil usaha.

Menurutnya, pembiayaan untuk pengembangan usaha harus dihitung berdasarkan permintaan yang sudah rutin berjalan pada tahun-tahun sebelumnya, bukan sekadar asumsi karena tingginya konsumsi masyarakat saat bulan puasa.

“Contohnya pedagang pakaian. Itu bisa diukur dari omzet Ramadhan tahun lalu berapa, lalu dijadikan dasar untuk menentukan kebutuhan tambahan modal tahun ini. Begitu juga usaha rumahan seperti pembuat kue atau makanan berbuka. Kalau setiap tahun ada permintaan rutin dari pelanggan, itu bisa dihitung secara rasional,” ujar Hairil Fajar, Jumat (20/2/2026).

Ia menjelaskan, Ramadhan memang menjadi momentum meningkatnya produktivitas dan perputaran ekonomi. Permintaan pasar naik secara otomatis, sehingga banyak pelaku usaha membutuhkan tambahan modal untuk memenuhi lonjakan tersebut.

Namun demikian, ia mengingatkan agar pelaku usaha tetap berhati-hati dalam mengelola arus kas. Lonjakan pendapatan saat musim ramai tidak boleh membuat pelaku usaha terjebak pada pembiayaan yang berlebihan tanpa perhitungan matang.

“Momentum Ramadhan itu pasti meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Tapi pertanyaannya, bagaimana arus uangnya dikelola? Di situ pentingnya perencanaan yang baik,” tegasnya.

Selain pembiayaan usaha, Hairil Fajar juga menawarkan solusi jangka panjang bagi para pengusaha yang memiliki tenaga kerja, baik di sektor perdagangan, industri rumahan, jasa angkutan, maupun usaha lain dengan jumlah karyawan antara 10 hingga 20 orang.

Ia menyebutkan, BPRS Bhakti Sumekar memiliki produk Tabungan Hari Raya (Tahara) yang dapat dimanfaatkan untuk mempersiapkan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) karyawan.

“THR itu kewajiban pengusaha sesuai ketentuan yang berlaku. Supaya tidak terasa berat menjelang Lebaran, bisa dicadangkan setiap bulan melalui Tabungan Hari Raya,” jelasnya.

Sebagai ilustrasi, jika seorang pengusaha memiliki 10 karyawan dengan gaji masing-masing Rp2.500.000 per bulan, maka perusahaan dapat mencadangkan sekitar Rp215.000 per karyawan setiap bulan. Dana tersebut dikumpulkan secara rutin hingga menjelang hari raya, sehingga pembayaran THR tidak lagi membebani keuangan usaha secara mendadak.

“Jadi tidak menunggu mendekati Lebaran baru mencari dana untuk THR. Kita sudah punya tabungan khusus, sehingga lebih aman dan terencana,” tambahnya.

Fajar menegaskan, ada dua hal penting yang perlu menjadi perhatian masyarakat. Pertama, momentum ekonomi Ramadhan harus dipersiapkan dengan perencanaan keuangan yang matang, termasuk jika ingin mengajukan pembiayaan ke bank.

Kedua, para pemilik usaha perlu menyiapkan cadangan dana seperti Tabungan Hari Raya untuk menjaga stabilitas usaha sekaligus memenuhi hak pekerja.

“Dengan perencanaan yang disiplin dan berbasis kebutuhan nyata, saya optimistis pertumbuhan ekonomi selama Ramadhan dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi pelaku usaha di Kabupaten Sumenep” pungkasnya.

(wardi/why)

Berita Terkait

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan
360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan
Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG
PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026
Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU
DPMPTSP Sumenep Perkuat Pendampingan LKPM, 100 Pelaku Usaha Ikuti Bimtek Semester I 2026
Kades Basoka: Rubaru Agro Culture Fest Jadi Momentum Kenalkan Potensi Desa
Valen DA7 Banjir Dukungan, Bos DRT Big Family: Kebanggaan Madura yang Harus Dijaga

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 08:59 WIB

Transmisi Moneter BI Dipertanyakan, Achsanul: Jangan Berhenti di Pasar Keuangan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:09 WIB

360 Karyawan BPRS Bhakti Sumekar Bergerak Bersama, Semangat Kemerdekaan Jadi Energi Perkuat Kekompakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:31 WIB

Dari Kolam Lele hingga Kandang Ayam, Bupati Fauzi Dorong Desa Bataal Timur Jadi Penopang MBG

Selasa, 28 Juli 2026 - 09:18 WIB

PPR Sumenep Dorong Industri Rokok Jadi Penopang Stabilitas Harga Tembakau 2026

Minggu, 12 Juli 2026 - 13:50 WIB

Gelar FGD Pusat Finansial Internasional Indonesia di Bali, Berikut Masukan dari SMSI untuk Panja RUU

Berita Terbaru

Sekcam Rubaru, Saruji lepas peserta Gerak jalan Agustusan

Daerah

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Senin, 24 Agu 2026 - 10:07 WIB