UMKM Binaan KEI Unjuk Produk di Yogyakarta, Kerajinan Santigi Jadi Sorotan

Jumat, 18 September 2026 - 18:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Produk UMKM Binaan PT KEI diserbu pengunjung saat berada di Yogyakarta

Produk UMKM Binaan PT KEI diserbu pengunjung saat berada di Yogyakarta

UMKM Binaan KEI Unjuk Produk di Yogyakarta, Kerajinan Santigi Jadi Sorotan

SETARAJATIM.COM, YOGYAKARTA — Di tengah keterbatasan jaringan internet di wilayah kepulauan, UMKM Kerajinan Santigi Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, justru mampu menjaga roda usaha tetap bergerak. Berkat pembinaan Kangean Energy Indonesia (KEI), kerajinan berbahan kayu santigi dan kayu hitam itu kini dipasarkan ke berbagai wilayah dengan omzet sekitar Rp4 juta per bulan.

Yang menarik, pesanan disebut terus mengalir setiap bulan meski pemasaran masih dominan dilakukan secara offline. Potensi tersebut kemudian dibawa KEI ke panggung yang lebih luas melalui pameran produk UMKM dalam Lokakarya Media SKK Migas Jabanusa 2026 di Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).

UMKM Kerajinan Santigi merupakan salah satu mitra binaan KEI yang telah mendapat pendampingan sejak 2007. Kelompok tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang dijalankan KEI di wilayah operasi hulu migas.

Hingga kini, puluhan UMKM telah menjadi mitra binaan KEI yang tersebar di dua kecamatan wilayah operasi perusahaan, yakni Kecamatan Sapeken dan Kecamatan Raas.

Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) industri hulu migas, KEI tidak hanya menjalankan aktivitas eksplorasi dan produksi. Perusahaan juga mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM), salah satunya dengan memperkuat kapasitas UMKM lokal.

Kepala Perwakilan SKK Migas Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, Anggono Mahendrawan, mengatakan kehadiran UMKM binaan KKKS dalam kegiatan tersebut merupakan langkah konkret untuk memperkenalkan produk lokal sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.

“Ini bentuk dukungan nyata kami agar produk UMKM binaan KKKS dikenal lebih luas. Lewat kehadiran para pimpinan redaksi, kami berharap terjadi promosi silang antarwilayah sehingga pasar mereka makin terbuka dan mandiri secara ekonomi,” ujar Anggono.

Manager Public & Government Affair (PGA) sekaligus penanggung jawab Program PPM KEI, Kampoi Naibaho, menegaskan pengembangan UMKM di wilayah operasi produksi menjadi salah satu perhatian perusahaan.

“Kami sangat konsen dengan peningkatan ekonomi lokal,” katanya.

Menurut Kampoi, pembinaan tidak berhenti pada pemberian bantuan. KEI juga melibatkan tenaga ahli untuk mendampingi pelaku UMKM, termasuk dalam pengembangan produk dan strategi pemasaran.

“Kami melibatkan ahli hingga proses pemasaran,” jelasnya.

Dalam pameran tersebut, KEI menghadirkan produk Kerajinan Santigi dari Desa Pagerungan Besar. Produk yang ditampilkan antara lain miniatur kapal, miniatur samurai, hingga gelang.

Konsumen dapat memesan produk tertentu sesuai keinginan melalui sistem pre-order. Khusus gelang, kelompok tersebut menyediakan stok yang dapat langsung dipesan.

“Tiap bulan pasti ada pesanan,” ungkap Ketua Kelompok UMKM Kerajinan Santigi, Nur Hidayat.

Meski telah memiliki pasar di berbagai wilayah, Hidayat mengakui pemasaran masih menghadapi kendala serius. Keterbatasan jaringan internet di kawasan kepulauan membuat pemasaran digital belum optimal.

Kelompoknya sempat mencoba memanfaatkan media sosial Facebook untuk menjangkau konsumen secara online.

“Kalau online, kami sudah mencoba memasarkan lewat Facebook,” ujarnya.

Kerajinan Santigi sendiri telah tumbuh jauh sebelum mendapat pembinaan KEI. Masyarakat Desa Pagerungan Besar sebelumnya telah memproduksi kerajinan serupa, tetapi masih mengandalkan peralatan sederhana.

Melihat potensi tersebut, KEI memberikan pelatihan, bantuan alat produksi, pendampingan hingga dukungan promosi. Kini usaha tersebut dikelola secara berkelompok dengan enam anggota.

“Usaha ini dikelola secara berkelompok, anggota kami berjumlah enam orang,” kata Hidayat.

Pembagian pekerjaan dilakukan sesuai tugas masing-masing. Anggota laki-laki umumnya menangani pekerjaan yang membutuhkan tenaga lebih besar, seperti membentuk model kerajinan. Sementara anggota perempuan mengerjakan proses penghalusan hingga finishing.

Bahkan, sejumlah pelajar juga ikut terlibat dalam proses produksi.

“Bahkan anak sekolah juga ada yang ikut kerja,” sebutnya.

Dari sisi peralatan, proses produksi kini telah menggunakan mesin seperti gerinda dan bor yang merupakan bantuan dari KEI. Peralatan tersebut membuat proses pengerjaan produk menjadi lebih mendukung dibandingkan sebelum mendapat pembinaan.

Sementara bahan baku utama yang digunakan adalah kayu santigi dan kayu hitam. Hidayat menyebut kedua jenis kayu tersebut memiliki karakteristik yang cocok untuk kerajinan karena memiliki pori-pori dan kepadatan yang baik.

“Kayu bahan produk kerajinan kami menggunakan kayu Santigi dan kayu Hitam. Kayu tersebut memiliki pori-pori dan kepadatan yang sangat bagus,” pungkasnya.

Penulis : Dil

Editor : Yu

Berita Terkait

Nilai Anggaran Tak Terpampang, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi
Duta Wisata Se-Madura Raya Temmo Kerong di Sumenep, PKC Perkuat Kolaborasi dan Kenalkan Potensi Wisata
Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Khofifah Ajak Dewan Masjid se-Jatim Gelar Sholat Istisqa’
Smart Hydro-Feed Farming Diuji Mandiri, Tim Cara’de PPK Ormawa UH Serahkan Pengelolaan ke Desa Tinggimae
Dugaan Investasi MBG di Madura Meledak, Kerugian Disebut Tembus Rp7 Miliar
Wabup Sumenep Lantik Pejabat Administrator-Pengawas, Pelayanan Warga Jadi Sorotan
KSOP Kalianget dalam Peringatan Harhubnas 2026 Warning Keras Soal Keselamatan Pelayaran: Tak Boleh Ada yang Abai!
SMSI Sumenep Apresiasi UKW SKK Migas Jabanusa, Minta Berikutnya Digelar di Madura untuk Pemerataan

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 08:46 WIB

Nilai Anggaran Tak Terpampang, Revitalisasi SDN Kalianget Timur IV Disorot: Diduga Minim Transparansi

Minggu, 20 September 2026 - 08:21 WIB

Duta Wisata Se-Madura Raya Temmo Kerong di Sumenep, PKC Perkuat Kolaborasi dan Kenalkan Potensi Wisata

Sabtu, 19 September 2026 - 11:13 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Khofifah Ajak Dewan Masjid se-Jatim Gelar Sholat Istisqa’

Sabtu, 19 September 2026 - 08:15 WIB

Smart Hydro-Feed Farming Diuji Mandiri, Tim Cara’de PPK Ormawa UH Serahkan Pengelolaan ke Desa Tinggimae

Jumat, 18 September 2026 - 18:21 WIB

UMKM Binaan KEI Unjuk Produk di Yogyakarta, Kerajinan Santigi Jadi Sorotan

Berita Terbaru