SMSI Sumenep Apresiasi UKW SKK Migas Jabanusa, Minta Berikutnya Digelar di Madura untuk Pemerataan

Kamis, 17 September 2026 - 14:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi

Ketua SMSI Sumenep, Wahyudi

SMSI Sumenep Apresiasi UKW SKK Migas Jabanusa, Minta Berikutnya Digelar di Madura untuk Pemerataan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Program Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang intens digelar SKK Migas Jabanusa mendapat apresiasi dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Sumenep. Namun, pelaksanaan UKW tersebut diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah tertentu, melainkan juga menyentuh wartawan di daerah, khususnya Madura.

Ketua SMSI Kabupaten Sumenep, Wahyudi, menilai UKW merupakan salah satu instrumen penting untuk meningkatkan profesionalisme dan kompetensi wartawan di tengah tuntutan industri media yang semakin dinamis.

“Kami mengapresiasi SKK Migas Jabanusa yang intens melaksanakan UKW bagi wartawan. Ini merupakan langkah positif untuk memberikan kesempatan kepada wartawan meningkatkan kompetensinya,” ujar Wahyudi, Kamis (17/9/2026).

Menurutnya, kesempatan mengikuti UKW perlu diperluas, terutama bagi wartawan yang berada di daerah dan mereka yang masih tergolong pemula.

Wahyudi menyebut, hingga saat ini masih banyak wartawan di Madura, khususnya Kabupaten Sumenep, yang belum memiliki kesempatan mengikuti UKW. Salah satu kendalanya adalah akses untuk mengikuti UKW melalui program yang diselenggarakan institusi tertentu.

“Kalau mengikuti UKW melalui program SKK Migas, biasanya yang mendapat kesempatan adalah wartawan yang mendapatkan undangan. Sementara banyak wartawan di daerah yang belum tersentuh,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Wahyudi, UKW melalui jalur mandiri juga tidak selalu mudah dijangkau. Biaya yang harus dikeluarkan menjadi salah satu pertimbangan bagi wartawan, terutama bagi mereka yang baru merintis profesinya.

Karena itu, SMSI Sumenep mendorong agar SKK Migas Jabanusa dapat mempertimbangkan Madura sebagai salah satu lokasi pelaksanaan UKW.

“Harapan kami, ke depan pelaksanaan UKW juga bisa ditempatkan di wilayah Madura. Dengan begitu, wartawan daerah, termasuk wartawan pemula, mempunyai kesempatan yang lebih terbuka untuk meningkatkan kompetensinya,” tegas Wahyudi.

Ia menilai pelaksanaan UKW di daerah bukan sekadar persoalan lokasi, tetapi juga menyangkut pemerataan kesempatan peningkatan kapasitas wartawan.

Apalagi, Madura memiliki banyak media dan wartawan yang selama ini aktif melakukan peliputan berbagai persoalan masyarakat, pembangunan daerah, hingga aktivitas industri dan ekonomi.

Wahyudi juga mengingat bahwa kegiatan UKW di wilayah Madura, khususnya Sumenep, sebelumnya pernah dilaksanakan oleh PT Kangean Energi Indonesia (KEI). Berdasarkan ingatannya, kegiatan tersebut berlangsung sebanyak dua kali, yakni sekitar 2021 dan 2022.

“Kalau tidak keliru, PT KEI pernah melaksanakan UKW di Sumenep dua kali, sekitar tahun 2021 dan 2022. Ini menunjukkan bahwa pelaksanaan UKW di Madura sangat memungkinkan,” ujarnya.

Selain mendorong pemerataan UKW, SMSI Sumenep juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program kemasyarakatan yang dijalankan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura.

Menurut Wahyudi, sinergi antara industri hulu migas dengan masyarakat dan insan pers perlu terus dibangun melalui berbagai program yang memberikan manfaat nyata, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Kami tentu sangat mendukung setiap program kemasyarakatan SKK Migas Jabanusa di wilayah Madura. Harapannya, sinergi ini terus berjalan dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Penulis : WR

Editor : Yu

Berita Terkait

KSOP Kalianget dalam Peringatan Harhubnas 2026 Warning Keras Soal Keselamatan Pelayaran: Tak Boleh Ada yang Abai!
Dorong Transportasi Antarmoda Terintegrasi, Kadisperkimhub Sumenep Tekankan Keselamatan
KEK Madura Mulai Dikunci, Pamekasan Siapkan Dokumen dan Lahan
Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026
KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean
Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan
Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta
Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, Bendahara Daud Samsuddin Disorot

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 14:37 WIB

KSOP Kalianget dalam Peringatan Harhubnas 2026 Warning Keras Soal Keselamatan Pelayaran: Tak Boleh Ada yang Abai!

Kamis, 17 September 2026 - 14:14 WIB

SMSI Sumenep Apresiasi UKW SKK Migas Jabanusa, Minta Berikutnya Digelar di Madura untuk Pemerataan

Kamis, 17 September 2026 - 08:24 WIB

Dorong Transportasi Antarmoda Terintegrasi, Kadisperkimhub Sumenep Tekankan Keselamatan

Kamis, 17 September 2026 - 07:51 WIB

KEK Madura Mulai Dikunci, Pamekasan Siapkan Dokumen dan Lahan

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

Berita Terbaru