CKG di SDN Laladan Ungkap Ancaman Kesehatan Anak, SMSI Lamongan Soroti Minuman Manis

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SMSI Lamongan bersama Dinas Kesehatan lakukan CKG kepada para pelajar

SMSI Lamongan bersama Dinas Kesehatan lakukan CKG kepada para pelajar

CKG di SDN Laladan Ungkap Ancaman Kesehatan Anak, SMSI Lamongan Soroti Minuman Manis

SETARAJATIM.COM, LAMONGAN – Pemeriksaan kesehatan terhadap 89 siswa SDN Laladan, Kecamatan Deket, Lamongan, menjadi alarm penting bahwa gangguan kesehatan pada anak usia sekolah tak selalu terlihat dari luar.

Melalui kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar Puskesmas Deket, sejumlah indikator kesehatan siswa diperiksa, mulai dari mata, telinga, gigi dan mulut, kadar gula darah hingga Hemoglobin (Hb). Pemeriksaan tersebut juga dirangkai dengan pelayanan imunisasi bagi siswa.

Kepala Puskesmas Deket, dr. Ratih Nuzuhria, mengatakan CKG kali ini menyasar seluruh siswa SDN Laladan yang berjumlah 89 orang. Sementara pelayanan imunisasi dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) diberikan kepada masing-masing 15 siswa kelas 1 dan 15 siswa kelas 5.

“Alhamdulillah, kegiatan CKG rutin hari ini juga dirangkaikan dengan BIAS, yaitu imunisasi di SDN Laladan. Total siswa di sini ada 89 orang,” ujar dr. Ratih, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, mayoritas hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kondisi siswa dalam keadaan normal dan baik. Namun, pemeriksaan kesehatan secara berkala tetap penting karena sejumlah persoalan kesehatan dapat muncul tanpa keluhan yang berarti.

Di wilayah kerja Puskesmas Deket, kata Ratih, masih ditemukan kasus kesehatan pada anak usia sekolah, di antaranya gangguan penglihatan, kadar gula darah tinggi hingga hipertensi.

Temuan tersebut bahkan tidak hanya terjadi pada siswa sekolah dasar, tetapi juga pada anak di jenjang sekolah menengah pertama.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sejauh ini, kondisi kesehatan sebagian besar siswa di SDN Laladan terpantau normal dan baik. Namun, kami juga menemukan beberapa kasus khusus di wilayah kerja Puskesmas Deket, seperti anak-anak dengan kadar gula darah tinggi, hipertensi, hingga gangguan penglihatan,” jelasnya.

Setiap temuan, lanjut Ratih, akan ditindaklanjuti sesuai kondisi masing-masing siswa. Kasus yang masih dapat ditangani di tingkat layanan primer akan ditangani melalui Puskesmas Deket, sedangkan kondisi yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit.

SMSI Ingatkan Kebiasaan Minum Anak

Momentum pemeriksaan kesehatan tersebut turut dimanfaatkan Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Lamongan untuk mengampanyekan pola hidup sehat kepada para siswa.

Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, mengajak anak-anak menjadikan air putih sebagai pilihan utama dan mulai mengurangi minuman berpemanis.

Menurut Ali, kebiasaan tersebut terlihat sederhana, tetapi penting dibangun sejak usia sekolah.

“Air putih membantu menjaga konsentrasi belajar, mengatur suhu tubuh, mendukung aktivitas fisik, serta membantu ginjal membuang sisa metabolisme melalui urin,” katanya.

Ia mendorong siswa membawa botol minum sendiri dari rumah. Dengan begitu, anak memiliki akses air minum sekaligus tidak mudah tergoda membeli minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi.

Ali juga mengingatkan bahwa kebutuhan cairan setiap anak berbeda. Faktor usia, aktivitas fisik, cuaca, makanan serta kondisi kesehatan ikut memengaruhi kebutuhan cairan.

Anak, kata dia, sebaiknya minum secara berkala dan tidak menunggu sampai mengalami rasa haus yang berat.

Dehidrasi berat, terutama apabila disertai demam tinggi, muntah, diare atau infeksi serius, dapat menurunkan aliran darah menuju ginjal. Dalam kondisi tertentu, hal itu dapat berkontribusi terhadap terjadinya cedera ginjal akut.

Namun, Ali menekankan masyarakat perlu memahami persoalan kesehatan anak secara utuh.

Ia menilai kasus Gangguan Ginjal Akut Progresif Atipikal (GGAPA) yang terjadi di Indonesia pada 2022 tidak tepat jika dikaitkan semata-mata dengan kurang minum air putih atau pola makan.

Kasus tersebut pernah menjadi perhatian nasional setelah Kementerian Kesehatan mencatat ratusan kasus pada anak. Hasil penyelidikan kemudian mengaitkan wabah dengan cemaran etilen glikol dan dietilen glikol pada sejumlah obat cair atau sirop.

“Anak-anak tidak boleh mengonsumsi obat sendiri. Obat harus diberikan oleh orang tua berdasarkan petunjuk dokter, apoteker, atau tenaga kesehatan,” tegas Ali.

Minuman Manis Jadi Perhatian

Selain persoalan ginjal, SMSI Lamongan juga mengingatkan dampak pola konsumsi tinggi gula, garam dan lemak jika dilakukan terus-menerus.

Minuman bersoda, teh kemasan, sirup dan minuman berenergi menjadi contoh produk yang perlu dibatasi. Begitu pula makanan cepat saji, mi instan, daging olahan dan makanan ringan kemasan.

Menurut Ali, makanan dan minuman tersebut tidak otomatis menyebabkan kerusakan ginjal akut. Namun, konsumsi berlebihan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kegemukan, hipertensi dan diabetes yang berhubungan dengan kerusakan ginjal secara bertahap.

“Air putih tidak boleh dipahami sebagai obat ajaib yang dapat menghapus dampak makanan tinggi gula dan garam. Menjaga ginjal harus dilakukan secara menyeluruh melalui kebiasaan minum yang cukup, makanan sehat, aktivitas fisik, dan penggunaan obat secara aman,” ujarnya.

Sekolah Diminta Tak Sekadar Fokus Akademik

Kepala SDN Laladan, Amindarti, S.Pd, menyambut baik pelaksanaan CKG dan dukungan SMSI dalam memberikan edukasi kesehatan kepada siswa.

Ia menilai pemeriksaan rutin membantu sekolah mengetahui kondisi peserta didik sekaligus mendeteksi gangguan yang mungkin tidak disadari anak maupun orang tua.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Puskesmas Deket serta pihak SMSI yang telah mendukung kegiatan CKG ini. Melalui program ini, kami berharap seluruh siswa-siswi dapat tumbuh semakin sehat, semakin bersemangat dalam belajar, serta terhindar dari berbagai penyakit,” ujarnya.

Amindarti menyebut kegiatan tersebut melengkapi berbagai program kesehatan sekolah, seperti imunisasi berkala dan pemberian obat cacing.

Ia juga menyoroti persoalan gangguan penglihatan pada anak yang berpotensi mengganggu proses belajar. Kebiasaan menggunakan gawai secara berlebihan maupun aktivitas membaca yang kurang tepat menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian.

“Antusiasme siswa sangat tinggi dan mereka merasa senang. Melalui pemeriksaan ini, kondisi kesehatan anak-anak bisa terpantau dengan baik,” katanya.

Bagi sekolah, kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keberhasilan pendidikan. Sebab, kemampuan anak menyerap pelajaran juga sangat dipengaruhi kondisi fisik dan kebugarannya.

Kegiatan CKG, imunisasi dan edukasi pola hidup sehat di SDN Laladan akhirnya menjadi satu pesan penting: deteksi dini tidak kalah penting dari prestasi akademik.

Dengan pemeriksaan rutin, pola makan yang lebih sehat, aktivitas fisik yang cukup serta kebiasaan memilih air putih dibandingkan minuman manis, anak-anak diharapkan dapat tumbuh sehat sekaligus lebih optimal mengikuti proses pembelajaran.

Penulis : Ila

Editor : Yu

Berita Terkait

Puskesmas Pandian Deteksi Dini PTM, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jadi Sasaran Skrining Kesehatan
Tak Perlu Keluar Sumenep, Poli Urologi RSUDMA Kini Layani Pasien BPJS
RSUDMA Sumenep Genjot Peningkatan Mutu Layanan, Evaluasi Berkala Jadi Kunci Keselamatan Pasien
Direktur RSUD dr. Moh. Anwar: Lingkungan Bersih Bagian dari Keselamatan Pasien
RSIA Puri Bunda Madura Pastikan Tindakan Medis Sesuai Standar, Ibu dan Bayi Sehat, Bantah Dugaan Malapraktik
Puskesmas Rubaru Hadir di Rubaru Agro Culture Festival 2026, Layani Cek Kesehatan Gratis dan Edukasi Pola Hidup Sehat
RSUDMA Sumenep Terima Program Nasional KJSU 2026, Layanan Kanker hingga Jantung Siap Diperkuat
BPKN, YLKI dan Ombudsman RI Sambangi RSUD Sumenep, Perkuat Pengawasan dan Mutu Layanan Kesehatan JKN

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:04 WIB

CKG di SDN Laladan Ungkap Ancaman Kesehatan Anak, SMSI Lamongan Soroti Minuman Manis

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:05 WIB

Puskesmas Pandian Deteksi Dini PTM, Siswa dan Guru MTsN 1 Sumenep Jadi Sasaran Skrining Kesehatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Tak Perlu Keluar Sumenep, Poli Urologi RSUDMA Kini Layani Pasien BPJS

Senin, 20 Juli 2026 - 10:26 WIB

RSUDMA Sumenep Genjot Peningkatan Mutu Layanan, Evaluasi Berkala Jadi Kunci Keselamatan Pasien

Senin, 20 Juli 2026 - 09:38 WIB

Direktur RSUD dr. Moh. Anwar: Lingkungan Bersih Bagian dari Keselamatan Pasien

Berita Terbaru