Nelayan 72 Tahun Meninggal Usai Perahu Karam di Perairan Pragaan, Tiga Penumpang Lain Selamat
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Musibah laut kembali terjadi di wilayah pesisir Kabupaten Sumenep. Seorang nelayan lanjut usia, M. Rusdi (72), warga Dusun Dunggadung, Desa Karduluk, Kecamatan Pragaan, meninggal dunia setelah perahu fiber yang ditumpanginya karam di perairan Desa Pakamban Laok, Kecamatan Pragaan, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.
Korban diketahui berangkat melaut bersama sepupunya, Bustomi, serta dua cucu Bustomi, Ulfa Lailatul Husna (13) dan Ahmad Habibi (5), untuk memasang jaring ikan di perairan setempat.
Namun, aktivitas rutin para nelayan itu berubah menjadi tragedi ketika perahu yang mereka gunakan kehilangan keseimbangan hingga akhirnya terbalik.
Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K. melalui Kapolsek Prenduan AKP Hudi Susilo, S.H., menjelaskan bahwa rombongan berangkat dari pantai sekitar pukul 08.00 WIB menggunakan perahu fiber berukuran kurang lebih lima meter.
“Sesampainya di lokasi pemasangan jaring, korban berjalan ke sisi perahu. Diduga pergeseran beban membuat perahu kehilangan keseimbangan hingga akhirnya karam dan seluruh penumpang tercebur ke laut,” ujar AKP Hudi.
Beruntung, pada saat bersamaan seorang nelayan bernama Musliyanto alias P. Rizki yang sedang mencari rajungan di sekitar lokasi melihat kejadian tersebut. Tanpa ragu ia segera mendekati lokasi dan memberikan pertolongan.
Keempat korban berhasil dievakuasi ke atas perahu milik Musliyanto. Namun, saat dilakukan pemeriksaan, M. Rusdi sudah dalam kondisi tidak bernyawa. Korban diduga meninggal akibat kehabisan tenaga setelah berjuang di dalam air.
Sementara itu, tiga penumpang lainnya berhasil diselamatkan. Bustomi sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pragaan karena mengalami kelelahan, sedangkan Ulfa Lailatul Husna dan Ahmad Habibi hanya mengalami syok ringan sehingga menjalani perawatan di rumah keluarganya.
Jenazah M. Rusdi kemudian dibawa ke rumah duka di Dusun Dunggadung, Desa Karduluk, untuk disemayamkan sebelum dimakamkan oleh pihak keluarga.
Mendapat laporan kejadian tersebut, personel Polsek Prenduan bersama aparat Kecamatan Pragaan dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Pragaan langsung mendatangi lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan para saksi, serta melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menyimpulkan bahwa kejadian tersebut merupakan kecelakaan laut murni. Tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan maupun tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
“Pihak keluarga korban juga telah menyatakan menerima kejadian ini sebagai musibah serta menolak dilakukan visum maupun autopsi terhadap jenazah,” kata AKP Hudi.
Polres Sumenep mengingatkan masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di laut.
Penggunaan alat keselamatan seperti jaket pelampung, memperhatikan kondisi cuaca, tidak melebihi kapasitas perahu, serta menjaga keseimbangan saat berada di atas perahu dinilai sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan serupa.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas melaut, meski telah menjadi rutinitas sehari-hari bagi masyarakat pesisir, tetap menyimpan risiko tinggi.
Kewaspadaan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan diharapkan dapat mengurangi potensi terjadinya korban jiwa di tengah laut.
Penulis : You
Editor : Fa
















