PMII di Usia 66 Tahun: Meneguhkan Tradisi Intelektual, Menyongsong Peradaban

Jumat, 17 April 2026 - 16:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yuda Yuliyanto

Yuda Yuliyanto

PMII di Usia 66 Tahun: Meneguhkan Tradisi Intelektual, Menyongsong Peradaban

Oleh : Yuda Yuliyanto
Akademisi dan Dosen Muda

OPINI – Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-66 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi ruang refleksi mendalam sekaligus pijakan untuk memproyeksikan masa depan gerakan kaderisasi yang telah lama berakar dalam tradisi intelektual dan keislaman.

Di usia yang semakin matang, PMII dituntut untuk tidak hanya eksis sebagai organisasi mahasiswa, tetapi juga tampil sebagai kekuatan intelektual yang berperan aktif dalam membangun peradaban bangsa.

Sejak berdirinya, PMII telah menunjukkan konsistensinya dalam melahirkan generasi muda yang kritis, progresif, dan berakar kuat pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Tradisi ini tidak dapat dilepaskan dari relasi historis dan kultural PMII dengan Nahdlatul Ulama sebagai basis ideologis Nahdliyin.

Dalam konteks tersebut, PMII menjadi ruang strategis bagi kader muda untuk mengasah nalar kritis sekaligus memperkuat komitmen keislaman dan kebangsaan.

Namun demikian, tantangan zaman terus berkembang. Arus globalisasi, disrupsi teknologi, hingga kompleksitas persoalan sosial menuntut PMII untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.

Pada titik inilah, penguatan tradisi intelektual menjadi keniscayaan. Literasi, riset, dan pengembangan keilmuan harus menjadi nafas gerakan, bukan sekadar pelengkap aktivitas organisasi.

PMII perlu menegaskan perannya sebagai jembatan yang menghubungkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemodernan. Kader PMII tidak cukup hanya piawai dalam diskursus, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata atas berbagai persoalan masyarakat.

Dengan demikian, gerakan PMII tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan bertransformasi menjadi aksi yang berdampak.

Harlah ke-66 ini juga menjadi pengingat bahwa pembangunan peradaban tidak dapat dilepaskan dari kontribusi generasi muda yang visioner dan strategis.

PMII diharapkan terus menjadi lokomotif perubahan, mencetak kader yang unggul secara akademik, kokoh dalam integritas moral, serta memiliki komitmen kebangsaan yang tidak tergoyahkan.

Ke depan, PMII harus mampu memperkuat posisinya sebagai organisasi yang tidak hanya relevan dengan kebutuhan zaman, tetapi juga mampu menentukan arah masa depan Indonesia.

Semangat “Terus Bergerak” bukan sekadar slogan, melainkan panggilan untuk terus berinovasi, berkontribusi, dan mengabdi bagi kemajuan umat dan bangsa.

Selamat Hari Lahir ke-66 PMII.
Teruslah menjadi pelopor dalam membangun peradaban dan menebar cahaya ilmu pengetahuan di tengah masyarakat Nahdliyin dan Indonesia.

Salam Pergerakan!

Penulis : Yuda Yuliyanto

Editor : WH

Berita Terkait

Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia: Antara Romantisme Kemerdekaan dan Realitas Kehidupan
Pendidikan Karakter di Tengah Degradasi Moral Sosial
Pendidikan Inklusif dan Keadilan Sosial: Mewujudkan Kesetaraan dalam Masyarakat Multi Kultural
Di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menjaga Nurani Kemanusiaan di Era Kecerdasan Buatan
Jiwa yang Retak di Ruang Digital: Menakar Urgensi Pendidikan Insan Kamil
Dilema Ketika Mesin Pintar Mencoba Meniru Getaran Khusyuk Manusia
HAM dalam Islam: Menepis Mitos, Meneguhkan Martabat Manusia
Urgensi Islam, Sains, Kemanusiaan, Tantangan Modernitas, Krisis Moral, dan Peran Pendidikan Islam dalam Membangun Peradaban Berkelanjutan

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:02 WIB

Hari Kemerdekaan ke-81 Indonesia: Antara Romantisme Kemerdekaan dan Realitas Kehidupan

Sabtu, 18 Juli 2026 - 08:33 WIB

Pendidikan Karakter di Tengah Degradasi Moral Sosial

Sabtu, 11 Juli 2026 - 21:19 WIB

Pendidikan Inklusif dan Keadilan Sosial: Mewujudkan Kesetaraan dalam Masyarakat Multi Kultural

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:41 WIB

Di Bawah Bayang-Bayang Algoritma: Menjaga Nurani Kemanusiaan di Era Kecerdasan Buatan

Kamis, 9 Juli 2026 - 13:30 WIB

Jiwa yang Retak di Ruang Digital: Menakar Urgensi Pendidikan Insan Kamil

Berita Terbaru

Sekcam Rubaru, Saruji lepas peserta Gerak jalan Agustusan

Daerah

36 Regu SDN/SDI Ramaikan Gerak Jalan Kecamatan Rubaru

Senin, 24 Agu 2026 - 10:07 WIB