Pawai Budaya Sambirobyong Semarak, Warga Tumpah Ruah Rayakan HUT RI dan Maulid Nabi
SETARAJATIM.COM, TULUNGAGUNG – Suasana Desa Sambirobyong, Kecamatan Sumbergempol, Kabupaten Tulungagung, mendadak semarak. Ribuan warga dari berbagai kalangan tumpah ruah mengikuti Pawai Baris Kreasi Budaya dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan yang digelar Pemerintah Desa Sambirobyong tersebut diikuti pelajar, perwakilan RT/RW, hingga masyarakat umum. Beragam kreasi budaya dan seni ditampilkan sepanjang perjalanan, menjadikan pawai berlangsung meriah dan menyedot perhatian warga yang memadati sejumlah titik di sepanjang rute.
Peserta pawai menempuh rute sekitar enam kilometer dengan mengelilingi jalan desa. Berbagai atraksi budaya dan kreasi masyarakat ditampilkan, dipadukan dengan iringan musik yang menggema di sepanjang jalan Desa Sambirobyong.
Tak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Perpaduan dua momentum tersebut membuat suasana kegiatan semakin semarak sekaligus sarat dengan nilai kebersamaan dan keagamaan.
Kepala Desa Sambirobyong, Gus Hanif, menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi dan ikut menyukseskan kegiatan tersebut.
Ia menilai antusiasme masyarakat menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terjaga di tengah masyarakat Desa Sambirobyong.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Desa Sambirobyong yang telah ikut serta dalam pawai budaya kreasi ini. Antusiasme masyarakat luar biasa dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81,” ujarnya.
Menurut Gus Hanif, pelaksanaan pawai tahun ini terasa semakin istimewa karena bertepatan dengan momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Ini menjadi momen yang sangat istimewa. Selain memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, kita juga bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW,” imbuhnya.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, rangkaian perayaan yang berlangsung sejak akhir Agustus hingga awal September tersebut turut memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memanfaatkan momentum keramaian untuk memasarkan berbagai produk. Pedagang kaki lima hingga pelaku usaha lokal terlihat meramaikan kawasan kegiatan dengan menawarkan kuliner khas, produk unggulan desa, hingga karya fesyen buatan masyarakat.
Menurut Gus Hanif, geliat ekonomi tersebut menjadi salah satu dampak positif dari berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ia berharap semangat kemerdekaan tidak berhenti setelah rangkaian perayaan berakhir. Nilai perjuangan para pahlawan, menurutnya, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghargai, menjaga toleransi, serta memperkuat kerukunan.
“Semangat kemerdekaan ini jangan hanya dirasakan pada saat perayaan. Ini merupakan warisan dan hasil perjuangan para pahlawan bangsa yang harus kita jaga bersama. Mari menjaga toleransi dan kerukunan untuk mewujudkan Desa Sambirobyong yang damai, maju, dan harmonis,” pungkasnya.
Penulis : Erdi
Editor : Yu
















