Pelantikan Raya Ormawa Uniba Madura Usung Gagasan Besar KEK Tembakau
SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Pelantikan Raya Organisasi Mahasiswa (Ormawa) Universitas Bahaudin Mudhary (Uniba) Madura periode 2026–2027 tampil berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tak sekadar menjadi seremoni pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), kegiatan yang berlangsung di Aula Pesantren Uniba Madura, Jumat (10/7/2026), itu juga mengusung gagasan besar tentang Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura sebagai salah satu strategi pembangunan ekonomi daerah.
Acara yang dihadiri lebih dari 300 mahasiswa tersebut turut dihadiri jajaran rektorat, para dekan, kepala departemen, sivitas akademika, serta budayawan nasional, yang menjadi pembicara dalam sesi Stadium General.
Mengawali rangkaian pelantikan, panitia menayangkan video dokumenter bertajuk “Tembakau Madura: Sejarah, Ketidakadilan, dan Jalan Kebijakan Baru” yang diproduksi Komunitas Muda Madura (KAMURA).
Tayangan tersebut mengulas perjalanan panjang komoditas tembakau Madura, berbagai tantangan yang dihadapi petani, hingga pentingnya mendorong terwujudnya KEK Tembakau sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Pulau Madura.
Presiden Mahasiswa Uniba Madura, Moh. Iskil El Fatih, menegaskan bahwa pemutaran video tersebut bukan sekadar pembuka acara, melainkan bentuk ajakan kepada seluruh mahasiswa untuk lebih peduli terhadap persoalan daerah dan berani menghadirkan solusi melalui gagasan serta gerakan yang konstruktif.

“Madura adalah tanah yang kaya. Lautnya melimpah, tanahnya menyimpan potensi besar, bahkan sumber daya manusianya luar biasa. Namun hingga hari ini, Madura masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan. Momentum pelantikan ini harus menjadi titik lahirnya semangat perjuangan baru. Kalian adalah putra-putri daerah yang memiliki mimpi besar dan gagasan yang menjulang demi masa depan Madura. Mari bergerak bersama, melangkah dari Madura,” ujarnya.
Menurut Iskil, mahasiswa tidak cukup hanya aktif mengelola organisasi kemahasiswaan di lingkungan kampus. Lebih dari itu, mahasiswa harus mampu menjadi motor perubahan dengan melahirkan gagasan-gagasan strategis yang berdampak bagi pembangunan daerah. “Salah satunya melalui dukungan terhadap kebijakan yang mampu memperkuat perekonomian Madura, termasuk mendorong realisasi KEK Tembakau” tegas Iskil.
Sementara itu, dalam sesi Stadium General, Ibnu Hajar mengajak mahasiswa untuk membangun karakter kepemimpinan yang kuat, memiliki keberanian berpikir kritis, serta menjaga komitmen sebagai agen perubahan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. “Mahasiswa harus mampu menjadi jembatan antara dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat” ujarnya.
Melalui Pelantikan Raya Ormawa ini, Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa (BEM KM) Uniba Madura berharap seluruh pengurus HMP dan UKM periode 2026–2027 tidak hanya menjalankan roda organisasi, tetapi juga mampu melahirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta mengawal berbagai isu strategis yang berdampak bagi kemajuan masyarakat.
Mengusung semangat “Melangkah dari Madura”, pelantikan tersebut diharapkan menjadi awal lahirnya gerakan mahasiswa yang lebih progresif, adaptif, dan berpihak pada potensi lokal.
Dengan menjadikan isu KEK Tembakau sebagai salah satu agenda strategis, mahasiswa Uniba Madura ingin menegaskan bahwa kampus bukan hanya ruang belajar, tetapi juga pusat lahirnya gagasan besar yang mampu menggerakkan perubahan menuju Madura yang lebih maju, mandiri, dan berdaya saing.
Penulis : You
Editor : Fa
















