Gempa 7,7 Guncang Flores, HMI UMY Bergerak: Galang Dana dari Yogyakarta hingga Disalurkan ke Sikka
SETARAJATIM.COM, YOGYAKARTA – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026) tak hanya meninggalkan kerusakan dan kepanikan. Bencana tersebut juga memantik solidaritas dari berbagai penjuru, termasuk mahasiswa di Yogyakarta.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tunas Bangsa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memilih tidak tinggal diam. Dari Yogyakarta, mereka menggalang donasi secara daring dan luring untuk membantu masyarakat yang terdampak gempa di Flores.
Gerakan tersebut berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1.761.558, yang berasal dari donasi online Rp870.358 dan donasi offline Rp891.200.
Dana yang terkumpul kemudian disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Gunungsari, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Penyaluran bantuan dilakukan dengan melibatkan kader HMI Komisariat Tunas Bangsa UMY yang berada di wilayah tersebut. Salah satunya Kanda Ramadhan yang turun langsung untuk memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.
Ramadhan mengatakan, keterlibatannya dalam penyaluran bantuan menjadi pengalaman penting sekaligus bentuk nyata kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
“Saya bersyukur menjadi bagian dari perjuangan yang bisa membantu masyarakat di sini. Bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, tetapi saya berharap ini dapat memberikan sedikit manfaat dan membantu mereka yang membutuhkan,” ujar Ramadhan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, turun langsung ke lokasi membuat dirinya dapat melihat kondisi masyarakat terdampak secara lebih dekat.
“Bisa terjun langsung dan melihat kondisi masyarakat menjadi pengalaman sekaligus bentuk nyata kepedulian kita sebagai kader HMI,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Komisariat Tunas Bangsa UMY menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak sekadar aksi penggalangan dana. Menurutnya, mahasiswa memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
“HMI tidak boleh hanya hadir dalam ruang-ruang diskusi dan intelektual, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia menyebut penggalangan donasi tersebut sebagai ikhtiar sederhana untuk menunjukkan bahwa solidaritas kemanusiaan tidak dibatasi jarak.
“Dari Yogyakarta, kami ingin menyampaikan bahwa saudara-saudara kita di Flores tidak sendiri,” katanya.
Ia mengakui jumlah bantuan yang berhasil dihimpun belum sebanding dengan kebutuhan masyarakat terdampak gempa. Namun, pihaknya berharap bantuan tersebut tetap memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban warga.
Ketua Umum HMI Komisariat Tunas Bangsa UMY juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang ikut berdonasi dan mempercayakan bantuan tersebut melalui HMI.
“Bagi kami, kepedulian terhadap persoalan kemanusiaan merupakan bagian dari tanggung jawab mahasiswa untuk hadir dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Aksi tersebut menjadi penegasan bahwa gerakan mahasiswa tidak berhenti pada ruang akademik dan organisasi. Di tengah bencana yang menimpa Flores, HMI Komisariat Tunas Bangsa UMY menunjukkan bahwa solidaritas dapat bergerak dari kampus, dikumpulkan bersama, lalu diwujudkan menjadi bantuan nyata bagi masyarakat terdampak.
#Dari Yogyakarta untuk Flores. Solidaritas bukan sekadar kata, tetapi harus diwujudkan menjadi aksi nyata. Yakin Usaha Sampai!
Penulis : Zulfikar
Editor : Yu
















