Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan

Senin, 14 September 2026 - 15:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akses jalan Sumenep-Kalianget Timur

Akses jalan Sumenep-Kalianget Timur

Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Ironi terjadi di jalur yang menjadi urat nadi distribusi kebutuhan pokok masyarakat kepulauan. Aktivitas bongkar muat di Dermaga Desa Kalianget Timur terus berlangsung siang dan malam, tetapi akses menuju kawasan tersebut justru masih dihantui jalan berlubang dan penanganan yang dinilai tak kunjung tuntas.

Kondisi jalan nasional Sumenep-Kalianget itu kini kembali disorot. Sarkawi, pemerhati dari Brigade 571, menilai kerusakan jalan tidak hanya menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga berpotensi mengganggu mobilitas barang dan perekonomian masyarakat kepulauan.

Menurutnya, Kalianget Timur memiliki posisi strategis sebagai titik transit antarkepulauan. Berbagai kebutuhan pokok dan barang lainnya dikirim melalui dermaga tersebut secara terus-menerus.

“Kalau tidak ada dermaga di Desa Kalianget Timur, dengan sendirinya perekonomian kepulauan bisa lumpuh total,” ujar Sarkawi.

Namun, akses darat menuju kawasan pelabuhan tersebut justru dinilai belum mendapatkan penanganan serius. Sejumlah titik jalan disebut masih berlubang dan rawan bagi pengguna kendaraan, khususnya pengendara sepeda motor.

Sarkawi menyebut persoalan tersebut bukan baru terjadi. Selama bertahun-tahun, ruas Sumenep-Kalianget menurutnya lebih banyak mendapat penanganan berupa tambal sulam.

“Sudah bertahun-tahun jalan Sumenep-Kalianget hanya dikerjakan dengan tambal sulam. Bahkan, pekerjaan di lapangan tidak semuanya dikerjakan,” katanya.

Ia pun mempertanyakan efektivitas pola pemeliharaan tersebut. Menurut Sarkawi, jika setiap tahun jalan hanya ditambal tanpa penyelesaian secara menyeluruh, kerusakan akan terus berulang dan masyarakat kembali menjadi pihak yang dirugikan.

Lebih jauh, Sarkawi menduga adanya permainan dalam pola pekerjaan pemeliharaan jalan yang membuat penanganan ruas tersebut terus berulang setiap tahun.

Dugaan itu, menurut dia, perlu dibuktikan atau dibantah melalui pemeriksaan pihak berwenang agar tidak berkembang menjadi prasangka publik.

“Jangan sampai masyarakat hanya melihat jalan ditambal setiap tahun, tetapi kerusakan kembali muncul. Yang dibutuhkan masyarakat adalah jalan yang benar-benar layak dan aman,” tegasnya.

Sarkawi meminta Pemkab Sumenep dan DPRD ikut mendorong penanganan serius terhadap ruas tersebut. Ia juga berharap Pemprov Jawa Timur memberikan perhatian khusus karena jalan Sumenep-Kalianget berkaitan dengan mobilitas masyarakat sekaligus distribusi kebutuhan pokok ke wilayah kepulauan.

“Jalan ini bukan sekadar akses biasa. Ada kepentingan masyarakat kepulauan yang bergantung pada kelancaran jalur ini,” pungkasnya.

Penulis : Yu

Editor : Fa

Berita Terkait

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026
KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean
Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan
Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta
Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, Bendahara Daud Samsuddin Disorot
Enam Dusun Adu Kreativitas di Tradisi Torbangan, Warga Torbang Perkuat Budaya dan Kebersamaan
Rahman Tak Tergoyahkan, Kembali Pimpin KPP Sumenep Periode 2026-2030
KKN UA dan PIK-R Ganding Edukasi 90 Santri Hidayatul Ulum soal Kesehatan Remaja dan Pernikahan Dini

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIB

KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean

Rabu, 16 September 2026 - 10:25 WIB

Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:30 WIB

Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta

Senin, 14 September 2026 - 15:56 WIB

Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan

Berita Terbaru