Dari Madiun ke Batam, Rokok Makayasa Gaspol Perluas Pasar

Rabu, 9 September 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dari Madiun ke Batam, Rokok Makayasa Gaspol Perluas Pasar

SETARAJATIM.COM, SUMENEP — Rokok Makayasa mulai tancap gas memperluas pasar. Dari kawasan Madiun Raya hingga Batam dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau, PT Mahaputra Nusantara tengah membangun jaringan distribusi baru untuk mendongkrak penetrasi produk rokok Makayasa.

Ekspansi tersebut menyasar kawasan Pawitandirogo, meliputi Kabupaten Madiun, Pacitan, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo. Madiun diposisikan sebagai hub sekaligus pusat komando distribusi untuk menggarap pasar baru di kawasan tersebut.

Tak berhenti di Jawa Timur, langkah lebih agresif mulai diarahkan ke luar Pulau Jawa. Batam dan sejumlah daerah di Kepulauan Riau masuk dalam peta ekspansi pemasaran Rokok Makayasa.

Menariknya, jaringan awal yang dibangun sudah mencapai sekitar 300 warung dan toko ritel di sejumlah wilayah sasaran.

Namun, manajemen tidak langsung memasang target penjualan tinggi. Setiap titik penjualan ditargetkan menjual sekitar tiga pres rokok dalam bulan pertama.

CEO Rokok Makayasa, H. Supriyadi, atau yang akrab disapa H. Adi, menyebut target tersebut sengaja dibuat realistis agar ekspansi tidak sekadar mengejar angka penjualan.

“Untuk pembukaan pasar baru ini, targetnya tidak muluk-muluk. Cukup tiga pres setiap warung atau toko ritel selama satu bulan pertama,” ujar H. Adi, Rabu (9/9/2026).

Menurutnya, membangun pasar baru membutuhkan proses. Sales dan promotor yang baru dibentuk juga harus diberi ruang untuk mengenalkan produk sekaligus membaca karakter konsumen di masing-masing daerah.

“Jangan sampai target yang terlalu besar justru memberatkan sales atau promotor yang baru dibentuk,” tegasnya.

H. Adi menilai, keberhasilan ekspansi tidak bisa hanya diukur dari seberapa besar produk terjual pada bulan pertama. Jaringan distribusi, respons konsumen, kesiapan sales, dan kemampuan menjaga keberlangsungan pasar justru menjadi pekerjaan penting pada tahap awal.

Karena itu, perusahaan akan melakukan evaluasi setelah jaringan baru berjalan. Hasil evaluasi tersebut bakal menjadi pijakan untuk menentukan apakah distribusi dan target penjualan akan ditingkatkan.

“Dengan target yang terukur, perusahaan berharap sales dan promotor dapat bekerja lebih optimal tanpa tekanan pencapaian penjualan yang berlebihan,” ungkapnya.

Ekspansi ini sekaligus menandai upaya PT Mahaputra Nusantara memperlebar cakupan pemasaran Rokok Makayasa secara bertahap. Madiun dipersiapkan sebagai pintu penguatan pasar Jawa Timur, sementara Batam dan Kepulauan Riau menjadi sasaran perluasan ke luar Pulau Jawa.

Manajemen menegaskan pertumbuhan jaringan akan disesuaikan dengan kesiapan distribusi dan kemampuan tim pemasaran di lapangan.

Dengan strategi tersebut, pembukaan pasar baru diharapkan tidak hanya menghasilkan lonjakan penjualan sesaat, tetapi menjadi fondasi jaringan distribusi jangka panjang Rokok Makayasa.

Penulis : Yu

Editor : Fa

Berita Terkait

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026
KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean
Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan
Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta
Honor Perangkat Desa Pagerungan Besar 9 Bulan Tak Dibayar, Bendahara Daud Samsuddin Disorot
Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan
Enam Dusun Adu Kreativitas di Tradisi Torbangan, Warga Torbang Perkuat Budaya dan Kebersamaan
Rahman Tak Tergoyahkan, Kembali Pimpin KPP Sumenep Periode 2026-2030

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 18:53 WIB

Raja dan Sultan Se-Nusantara akan Berkumpul di Sumenep, Keraton Jadi Napas MEC 2026

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIB

KEK Tembakau Madura Dikebut, Bupati Sumenep Buka Lahan 30 Hektare di Patean

Rabu, 16 September 2026 - 10:25 WIB

Pelantikan Rektor UINSA Malah Memantik Polemik, Spanduk Penolakan hingga Isu Pemeriksaan Kejaksaan

Selasa, 15 September 2026 - 12:30 WIB

Dijanjikan Investasi Dapur MBG, Warga Sumenep Laporkan Dugaan Penipuan Rp288,9 Juta

Senin, 14 September 2026 - 15:56 WIB

Jalan Sumenep-Kalianget Bertahun-tahun Tambal Sulam, Distribusi Kepulauan Dipertaruhkan

Berita Terbaru