Bukan Sekadar Pelengkap, Bupati Fauzi Ingin Perempuan Jadi Kekuatan Baru Olahraga Sumenep

Rabu, 2 September 2026 - 18:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua dari kiri Bupati Fauzi bersama Ketua Perwosi Nia Kurnia Fauzi dan Ketua Koni Abdul Qadir Alhamdali paling kanan serta jajaran pengurus Perwosi Sumenep

Dua dari kiri Bupati Fauzi bersama Ketua Perwosi Nia Kurnia Fauzi dan Ketua Koni Abdul Qadir Alhamdali paling kanan serta jajaran pengurus Perwosi Sumenep

Bukan Sekadar Pelengkap, Bupati Fauzi Ingin Perempuan Jadi Kekuatan Baru Olahraga Sumenep

SETARAJATIM.COM, SUMENEP – Peran perempuan dalam dunia olahraga di Kabupaten Sumenep dinilai belum cukup jika hanya berhenti pada keikutsertaan dalam kegiatan seremonial. Perempuan harus didorong menjadi kekuatan nyata, mulai dari mencetak prestasi, membangun komunitas olahraga hingga menggerakkan budaya hidup sehat di tengah masyarakat.

Pesan tegas itu disampaikan Bupati Sumenep, Dr. H. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., saat menghadiri kegiatan Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi) Sumenep di Aula Graha Adirasa, Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep, Rabu (2/9/2026).

Fauzi menilai Perwosi memiliki modal organisasi yang cukup untuk mengambil peran lebih besar dalam pembangunan olahraga daerah. Karena itu, keberadaan Perwosi diharapkan tidak sebatas menjadi pelengkap agenda olahraga, melainkan mampu melahirkan gerakan yang terukur dan menyentuh langsung masyarakat.

“Perwosi harus semakin aktif membuka ruang bagi perempuan Sumenep untuk berkembang, berprestasi, dan mengambil peran penting melalui olahraga,” kata Fauzi.

Menurutnya, olahraga harus ditempatkan sebagai bagian dari pembangunan kualitas sumber daya manusia. Prestasi memang penting, tetapi manfaat olahraga jauh lebih luas karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kedisiplinan, kepercayaan diri dan kemampuan membangun kebersamaan.

“Olahraga bukan hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun kesehatan, kedisiplinan, serta kebersamaan yang menjadi kekuatan penting bagi masyarakat,” ujarnya.

Bupati juga mendorong agar aktivitas olahraga perempuan tidak hanya terpusat pada kegiatan tertentu atau momentum tertentu. Sebaliknya, olahraga harus diperluas hingga menjadi kebiasaan yang tumbuh di lingkungan keluarga dan komunitas masyarakat.

Dalam konteks itu, perempuan dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Selain menjadi atlet, perempuan dapat berperan sebagai pelatih, pembina, penggerak komunitas sekaligus menjadi contoh bagi keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat.

“Saya ingin Perwosi menjadi motor penggerak agar semakin banyak perempuan aktif berolahraga dan bersama-sama membangun masyarakat Sumenep yang sehat dan produktif,” tegasnya.

Ia pun meminta Perwosi memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, KONI, organisasi olahraga, komunitas serta berbagai elemen masyarakat. Menurut Fauzi, pembinaan olahraga tidak akan maksimal jika berjalan sendiri-sendiri.

“Kekuatan olahraga akan semakin besar ketika pemerintah, organisasi, dan masyarakat bergerak bersama untuk memberikan kesempatan terbaik bagi perempuan,” tandasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Perwosi Sumenep, Nia Kurnia Fauzi, bersama jajaran pengurus. Hadir pula Ketua Harian KONI Sumenep, Abd Kadir Almahdali.

Kehadiran Perwosi dan KONI dalam agenda tersebut menjadi momentum untuk memperkuat arah pembinaan olahraga perempuan di Sumenep. Tantangannya kini bukan sekadar memperbanyak kegiatan, tetapi memastikan gerakan tersebut mampu melahirkan atlet berprestasi sekaligus memperluas partisipasi perempuan dalam olahraga.

Dengan dorongan tersebut, Perwosi diharapkan mampu mengubah paradigma olahraga perempuan dari sekadar agenda kegiatan menjadi gerakan yang berkelanjutan. Target akhirnya bukan hanya prestasi di arena pertandingan, tetapi juga lahirnya masyarakat Sumenep yang lebih sehat, aktif dan produktif.

Penulis : Yu

Editor : Fa

Berita Terkait

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni
Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah
Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan
Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman
Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat
Guru Sumenep Tembus Podium Kompetisi AI Jatim, Dr. Rusliy Dorong Pendidik Berani Berinovasi
Bupati Sumenep Luncurkan 1001 Puisi, Literasi Pelajar Jangan Berhenti Jadi Seremoni
Kasus Dugaan Korupsi Logistik KPU dan Rumah Produksi Dipertanyakan, JASTRA Tagih Kejari Sumenep: Jangan Jalan di Tempat!

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:26 WIB

DRT Gemar Bersholawat di Banasare, Pemkab Sumenep: Hari Santri Jangan Berhenti pada Seremoni

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ribuan Jemaah Padati DRT Gemar Bersholawat di Banasare, UMKM Lokal Ikut Ketiban Berkah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:32 WIB

Bahasa Madura Warnai Hari Jadi ke-757 Sumenep, Bupati Fauzi: Pembangunan Harus Menjangkau Daratan dan Kepulauan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Di Balik Haul Raja-Raja Madura, Bupati Fauzi Soroti Warisan yang Mulai Tergerus Zaman

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:49 WIB

Hari Jadi Sumenep ke-757, Dirut BPRS Bhakti Sumekar Berharap Kesejahteraan Masyarakat Terus Meningkat

Berita Terbaru